NOTE! This site uses cookies and similar technologies.

If you not change browser settings, you agree to it.

I understand

Reporting the underreported about the plan of action for People, Planet and Prosperity, and efforts to make the promise of the SDGs a reality.
A project of the Non-profit International Press Syndicate Group with IDN as the Flagship Agency in partnership with Soka Gakkai International in consultative status with ECOSOC.


SGI Soka Gakkai International

 

Photo: Cleopatra's Needle, Sitio (district) Kalakasan, Gateway to Cleopatra’s Needle Critical Habitat (CNCH) site. Credit: Julian Plack

Oleh Nena Palagi

PUERTO PRINCESA, Palawan, Filipina (IDN) — Ini adalah prestasi yang tak terbayangkan oleh standar modern mana pun. Enam anak muda dari pulau terpencil Palawan, di Filipina, telah mengambil alih kepemilikan tanah yang dikuasai goliat, dan menang. Mereka mendapatkan lebih dari 40.000 hektar lahan yang secara hukum dinyatakan sebagai habitat yang dilindungi dengan dukungan langsung dari penjaga adat.

Foto: Pemenang Hadiah Nobel Asia, Muhammad Amjad Saquib, pendiri jaringan pengembangan komunitas terbesar Pakistan, Akhuwat. Kredit: Akhuwat.

Oleh Kalinga Seneviratne

SYDNEY (IDN) — Salah satu dari lima pemenang Ramon Magsaysay Awards tahun ini—dikenal sebagai Hadiah Nobel Asia—adalah Dr Muhammad Amjad Saquib pendiri jaringan pengembangan komunitas terbesar di Pakistan, Akhuwat, yang didasarkan pada prinsip berbagi dan persaudaraan Islam.

Diluncurkan pada tahun 2001, ratusan ribu keluarga miskin telah terbantu melalui pinjaman keuangan mikro bebas bunga Akhuwat. Hukum Islam melarang bunga pinjaman, tetapi ajaran Islam yang mendorong pengikutnya menyisihkan sebagian dari kekayaan untuk membantu mereka yang membutuhkan, menolong pembiayaan model ini.

Kredit Foto: SHE Investments Kamboja

Dari sudut pandang Kaveh Zahedi

Penulis merupakan Wakil Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk wilayah Asia dan Pasifik (ESCAP).

BANGKOK (IDN) — Kita sedang melewati momen yang menentukan dalam hidup. Dampak buruk pandemi COVID-19 menjangkau setiap sudut dunia. Jika meninjau kembali periode ini, kita akan melihat sejarah terbagi menjadi dunia pra-COVID dan pasca-COVID.

Foto: Jarum suntik dirakit dan kemudian dikemas di sebuah fasilitas di Spanyol. © UNICEF/Francis Kokoroko

Oleh J Nastranis

NEW YORK (IDN) — Penelitian baru telah memberi peringatan terhadap tren yang berkembang menuju "nasionalisme vaksin" di mana negara-negara memprioritaskan kebutuhan vaksin mereka sendiri. Studi tersebut memperingatkan bahwa dalam memonopoli pasokan vaksin melawan pandemi Covid-19, negara-negara kaya mengancam kehancuran ekonomi yang akan melanda negara-negara makmur hampir sama kerasnya dengan negara-negara berkembang.

Kredit gambar: UNDP

Oleh J Nastranis

NEW YORK (IDN) – Seperti yang telah berulang kali ditunjukkan oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, umat manusia dihadapkan pada "momen yang menentukan", sebuah peringatan yang disorot dalam edisi ulang tahun ke-30 Laporan Perkembangan Manusia (HDR), Perbatasan Berikutnya: Perkembangan Manusia dan Antroposen. Meskipun umat manusia telah mencapai kemajuan yang luar biasa, kita telah menyia-nyiakan Bumi, mengacaukan sistem yang sangat kita andalkan untuk bertahan hidup.

Foto: Perwakilan Program Pangan Dunia (WFP) di Bolivia berbicara kepada perempuan adat Uru-Murato tentang kesadaran COVID-19 dan praktik nutrisi sehat. Kredit: WFP/Morelia Eróstegui

OLeh J Nastranis

NEW YORK (IDN) -– 2020 akan dikenang sebagai tahun di mana virus menular membungkam seisi dunia, memperlebar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, memicu lonjakan kemiskinan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dan mendorong kembali upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil membahayakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang disetujui secara universal pada bulan September 2015.

Foto: Para migran di atas kapal menuju Tripoli pada Juli 2019. Para kritikus mengatakan Uni Eropa seharusnya tidak membantu Penjaga Pantai Libya untuk mencegat dan mengembalikan orang-orang ke negara yang dilanda perang tempat mereka menghadapi pelecehan dan pemerasan. (Filippo Rossi/TNH)

Oleh Jacqueline Skalski-Fouts

Artikel ini membahas dampak ekonomi dan sosial dari pandemi virus corona dengan fokus khusus pada pengungsi, pencari suaka, dan pekerja migran.

VIRGINIA, AS (IDN) – Pekerja migran telah berada di garis depan ekonomi dunia selama pandemi COVID-19, sebagai pekerja esensial. Dan ini berisiko besar bagi diri mereka sendiri. Mereka menghadapi apa yang oleh Komite Penyelamatan Internasional disebut sebagai “darurat ganda yang tak terbayangkan”.

Foto: "Pasar basah" di Indonesia. Kredit: Kalinga Seneviatne | INPS-IDN

Oleh Kalinga Seneviratne

SYDNEY (IDN) - Dampak positif dari pandemi COVID-19 bisa menjadi pemahaman yang lebih baik untuk melindungi keanekaragaman hayati dan larangan global terhadap perdagangan hewan liar untuk makanan.

Keyakinan bahwa COVID-19 berawal di "pasar basah" di Wuhan, Tiongkok, tempat hewan liar dijual untuk konsumsi manusia, telah membuat pemerintah Tiongkok melarang perdagangan hewan liar dan kampanye internasional yang terus berkembang sehingga ini dapat dijadikan hukum internasional yang dapat ditegakkan. 

Kredit foto: PAHO/WHO/Fernando Revilla. Sumber: WHO

Oleh Jaya Ramachadran

GENEVA (IDN) —Sebuah laporan penting berfokus pada kesehatan dan masa depan anak-anak dan remaja di seluruh dunia yang berada di bawah ancaman langsung dari degradasi ekologis, perubahan iklim, dan praktik pemasaran eksploitatif yang mendorong makanan cepat saji yang diproses, minuman manis, alkohol, dan tembakau pada anak-anak.

Foto: Sesi darurat iklim di Festival Sastra Jaipur. (Kiri ke Kanan: Ms. Renata Dessallien, koordinator residen PBB di India; Ms. Namita Waikar, redaktur pelaksana jurnal online PARI; Ms. Shubhangi Swarup, penulis dan pembuat film; Ms. Dia Mirza, Aktris dan Advokat PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kredit: UN India/Yangerla Jamir.

Oleh Devinder Kumar

JAPIPUR (IDN) – Sebagai bagian dari Decade of Action (Jaman Aksi) untuk mempercepat solusi berkelanjutan semua tantangan terbesar di dunia — mulai dari kemiskinan, gender, perubahan iklim, ketidakmerataan, hingga menutup kesenjangan finansial – PBB memanfaatkan alat baru di akhir Januari: festival sastra terbesar dunia di ‘kota merah muda’ India yang terkenal, Jaipur, ibu kota negara bagian Rajasthan yang indah dan hampir magis. Kota ini dikenal sebagai Kota Merah Muda karena warna batu yang digunakan di banyak istana megah dan monumen bersejarah.

Page 1 of 3

Newsletter

Striving

Striving for People Planet and Peace 2021

Mapting

MAPTING

Partners

SDG Media Compact


Please publish modules in offcanvas position.