NOTE! This site uses cookies and similar technologies.

If you not change browser settings, you agree to it.

I understand

SDGs for All

SDGs for All is a joint media project of the global news organization International Press Syndicate (INPS) and the lay Buddhist network Soka Gakkai International (SGI). It aims to promote the Sustainable Development Goals (SDGs), which are at the heart of the 2030 Agenda for Sustainable Development, a comprehensive, far-reaching and people-centred set of universal and transformative goals and targets. It offers in-depth news and analyses of local, national, regional and global action for people, planet and prosperity. This project website is also a reference point for discussions, decisions and substantive actions related to 17 goals and 169 targets to move the world onto a sustainable and resilient path.

Foto: Anak perempuan dari program Perlindungan Kaum Muda di Malawi, yang menyediakan informasi kesehatan seksual dan reproduksi, membantu kaum muda mengakses layanan kesehatan, dan menawarkan pelatihan kepemimpinan. Kredit: UNFPA Malawi/Hope Ngwira.

Oleh J Nastranis

NEW YORK (IDN) - Kurang dari 30 dolar yang dihabiskan per orang per tahun dapat menghasilkan keajaiban bagi kesehatan dan pendidikan remaja, menemukan sebuah studi baru yang ditugaskan oleh UNFPA, United Nations Population Fund.

Laporan tersebut telah dipublikasikan di The Lancet pada malam Pertemuan Musim Semi Bank Dunia di Washington D.C. dari tanggal 21 April sampai 23 April 2017, di mana para pemimpin keuangan dan pembangunan dari 188 negara dijadwalkan membahas kebutuhan kritis untuk berinvestasi pada remaja.

Photo: Youths of Rocket and Space group in Kathmandu brainstorm on how to make their presentations on Sexual and Reproductive Rights more effective. Credit: Stella Paul | IDN-INPS

Oleh Stella Paul

KATHMANDU (IDN) – Pabitra Bhatarrai (21 tahun) adalah seorang wanita muda pemalu dengan suara lembut dan yang senyum selalu tersungging. Namun, tanyakan padanya tentang layanan kesehatan seksual dan rasa malunya hilang secara tiba-tiba ketika dia berbicara dengan berapi-api tentang bagaimana kaum muda di negaranya seharusnya memiliki hak terhadap layanan itu.

“Masa depan negara kami ada di pundak para pemuda. Sehingga kami tidak boleh merisikokan negara kami dengan dipenuhi kaum muda yang menderita HIV. Kami harus mendapatkan akses penuh ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi (SKSR),” ujarnya, yang tiba-tiba saja bersuara jauh lebih dewasa dibandingkan usianya.

Photo: Roundtable. Credit: Nobuyuki Asai | SGI

Oleh Jaya Ramachandran

JENEWA (IDN) - Para wakil dari iman organisasi berbasis iman (FBO), badan PBB, LSM dan lembaga akademis telah menekankan perlunya terlibat dengan masyarakat lokal beriman untuk mengurangi kerentanan terhadap risiko bencana, mendengarkan, dan mempertimbangkan suara terutama wanita yang sering mendapat dampak paling buruk.

Meja bundar terhadap Hari Internasional Pengurangan Bencana yang dirayakan pada tanggal 13 Oktober juga memohon untuk mendukung masyarakat lokal beriman dengan kegiatan reduksi risiko bencana (DRR) lokal, dan memaksimalkan kontribusi dari FBO, dengan 'menggunakan' modal rohani mereka.

Photo: Artificial limbs at the UXO Information Centre In Vientiane made in Laos for people whose limbs were blown off by the Unexploded American bombs. Credit: Kalinga Seneviratne | IDN-IPS

Oleh Kalinga Seneviratne

VIENTIANE (IDN) – Kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Laos di awal September membantu untuk memusatkan perhatian pada salah satu kejahatan perang yang paling menghebohkan dalam sejarah, pengeboman atas negara Asia Tenggara yang terkungkung dan kecil selama Perang Indochina pada tahun 1960-an dan 1970-an, serta korban manusia dan biaya pembangunannya.

Foto: Setidaknya 7 juta orang di seluruh Yaman hidup di bawah kerawanan pangan tingkat darurat. 7.1 juta orang selebihnya dalam keadaan krisis, menurut penilaian terakhir. Kredit: WFP/Asmaa Waguih

Analisis oleh Jaya Ramachandran

BERLIN | ROME (IDN) - Dewan Keamanan PBB dihadapkan dengan situasi kritis jika tidak situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya: telah diperingatkan bahwa "konflik berkepanjangan mempengaruhi 17 negara" sekarang telah mendorong lebih dari 56 juta orang menuju ke kerawanan pangan baik ke tingkat "krisis" atau "darurat" dan menghalangi upaya global untuk memberantas gizi buruk.

Pada saat yang sama, menurut sebuah laporan terbaru oleh UNEP dan World Resources Institute (WRI), sekitar sepertiga dari semua makanan yang diproduksi di seluruh dunia, bernilai sekitar US$ 1 triliun, akan hilang atau terbuang dalam produksi pangan dan sistem konsumsi.

Image source: ESCAP

Analisis oleh Kalinga Seneviratne

BANGKOK (IDN) - Badan utama PBB yang mengawasi pembangunan di wilayah Asia-Pasifik telah menyerukan pemikiran kembali besar-besaran dalam paradigma pembangunan untuk wilayah tersebut.

Dalam ‘Survei Ekonomi dan Sosial’ wilayah yang disajikan pada sesi ke-72 di sini mulai tanggal 17 sampai 19 Mei, Komisi Ekonomi & Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP) mengatakan bahwa selagi pusat gravitasi ekonomi global terus bergerak ke arah timur, tiba waktunya bagi wilayah Asia-Pasifik untuk mengadopsi model pembangunan yang lebih bergantung pada kebutuhan domestik dan regional.

Image: Aftermath of Fiji Cyclone | Credit: Fiji Meteorological Service

Analisis oleh Kalinga Seneviratne

BANGKOK (IDN) – Dengan mempertimbangkan bahwa tiga Negara Pasifik Selatan yang kecil – yaitu Kiribati, Tuvalu, dan kepulauan Marshal – “ditakdirkan semuanya tergelincir di bawah gelombang seluruhnya”, Perdana Menteri Fiji Josaia Bainimarama yang penuh semangat telah mengimbau masyarakat internasional untuk membantu Fiji dan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan lainnya guna membangun ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, yang digambarkan sebagai "teror peristiwa cuaca yang ekstrem”.

MAPTING

 


Please publish modules in offcanvas position.